Welcome

Apa yang saya suka tentang foto-foto adalah bahwa mereka menangkap momen yang
hilang selamanya, tidak mungkin untuk mereproduksi.

Bila Anda memotret orang dalam warna, Anda memotret pakaian mereka. Tetapi ketika Anda foto orang Hitam dan putih, Anda memotret jiwa mereka!

Kamera merupakan alat yang mengajarkan orang bagaimana untuk melihat tanpa kamera.

Tidak ada gambar yang buruk, itu hanya bagaimana wajah Anda terlihat kadang-kadang.

Sebuah foto besar adalah salah satu yang sepenuhnya mengungkapkan apa yang terasa, dalam arti terdalam, tentang apa yang sedang difoto.




"Quotes About Photography"
Jumat, 22 Februari 2013

Tips Memotret Human Interest

Manusia dengan segala aspek kehidupan yang dilakukannya memang selalu menarik untuk dijadikan objek pemotretan. Kemenarikan tersebut bisa muncul, karena dipicu oleh kegiatannya  yang terasa menyentuh. Baik itu aktivitas dalam suatu adat budaya suatu masyarakat tertentu maupun aktivitas dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi fotografer yang terbiasa mengamati masalah-masalah sosial, maka objek yang berlatar belakang aktifitas manusia ini akan menjadi sebuah karya foto yang begitu menarik untuk dilihat dan tentunya tidak akan sulit untuk dilakukan.

Nah, foto yang menjadikan manusia sebagai objek pemotretan ini biasanya disebut sebagai foto human interest. Namun masalahnya, memotret humant interest ini terkadang tidak semudah yang kita bayangkan. Banyak kendala-kendala di lapangan yang harus kita lalui ketika kita memotret obyeknya, contohnya ketika kita hendak mengambil gambar tiba-tiba si objek yang bersangkutan sadar kamera, sehingga hasil gambar yang kita dapat terkesan tidak tampak alami.
Untuk Anda yang ingin memotret hument interest mungkin beberapa tips di bawah ini dapat bermanfaat bagi Anda: 

1. Siapkan lensa tele
Siapa sih, yang tak butuh berita? Sudut pemotretan tukang ojeg sepeda di kawasan Kota Bios ini akan menjadi lebih dramatis apabila sudut pengambilan agak sedikit lebih ke bawah sehingga menghasilkan obyek sepeda ontel tua yang tegar dari masa lalu
[Foto: Novriyadi]Biasanya para fotografer ketika hendak memotret human interest manusia dan aktivitasnya, kebanyakan pemotret menggunakan teknik candid atau cara memotret yang dilakukan dengan sembunyi-sembunyi sehingga objek tidak tahu jika dirinya sedang dipotret. Hal tersebut karena alasan untuk menghasilkan foto yang tampak baik dan menarik, spontan dan wajar.

Untuk itu, ada baiknya Anda menyiapkan lensa tele 80-200 mm atau 70-300 mm yang bisa dijadikan pilihan yang menarik untuk bisa digunakan saat kita hunting foto human interest. Akan tetapi bila memungkinkan menggunakan lebih dari satu buah kamera dengan tambahan lensa 28-85 mm, akan lebih baik. Sehingga dari hampir semua jarak dalam pemotretan, baik itu dekat, sedang dan jauh, dapat tercover semua bila diperlukan.


2. Lakukan pendekatan dengan objek foto.
Bagi Anda yang tidak membawa atau memiliki lensa tele, mungkin ada baiknya kita bisa melakukan pendekatan langsung dengan objek foto. Dengan melakukan pendekatan kepada objek, tentunya akan terasa lebih etis dan kita pun bisa lebih leluasa untuk mengatur pose, ataupun pencahayaannya.        

Cuma masalahnya, kelemahan dalam pendekatan ini foto yang dihasilkan akan terlihat kaku atau kurang dramatis. Nah untuk itu, si fotografer harus benar-benar piawai mengatasi keadaan, sehingga objek yang akan di foto seolah betul-betul tidak sedang berhadapan dengan kamera.


3. Gunakan ISO sesuai dengan keperluan
Judul Foto: Wo Ai Ni yang artinya "I love you" [Foto: Novriyadi]
Biasanya untuk memotret human interest, menggunakan ISO 100 sudah cukup memadai untuk menangkap aktivitas kegiatan manusia baik pagi, siang hingga sore hari di luar ruangan. Akan tetapi bila aktivitas manusia itu sangat berhubungan erat dengan gerak yang cepat, maka diperlukan ISO yang tinggi misalnya ISO 400. Tujuannya tak lain agar gambar atau peristiwanya dapat terekam dengan baik dan tidak goyang.

4. Gunakan angle (sudut pengambilan foto) yang terbaik
Pengambilan obyek dengan sudut diagonal seperti foto ini memang sangat menakjubkan apabila kita bisa memperhatikan pencahayaan yang sempurna yang masuk ke dalam lewat sela-sela tiang. lokasi foto di Masjid Istiqlal, Jakarta [Foto: Novriyadi]

Ketika hendak memotret, gunakan sudut pandang atau sudut pengambilan foto yang tepat dan baik guna menghasilkan sebuah foto yang enak untuk dipandang. Janganlah terburu-buru ketika menekan tombol shutter, karena dengan terburu nafsu untuk “menjepret” mungkin Anda akan melupan angle foto yang baik untuk memotret.










0 komentar:

Poskan Komentar

+ Get This Widget
Gambar template oleh andynwt. Diberdayakan oleh Blogger.
 

© PHOTOGRAPHY, All Rights Reserved
Design by Dzignine and Conceptual photography